Inventory Management

Mengapa Invetory itu penting???

  • Nilainya sangat signifikan
  • Resiko (potensi) kerugian
  • Over stock
  • Kehabisan Stock
  • Peluang untuk cost saving
  • Law of tens
  • Karena nilainya sangat signifikan, maka perlu untuk :
  • Diketahui nilainya secara pasti
  • Dkendalikan jumlahnya
  • Dikendalikan pergerakannya
  • Cepat dideteksi jika terjadi inefisiensi
  • Dikendalikan penggunaannya

 

JENIS – JENIS INVENTORY
1. INCOMING INVENTORY (BAHAN BAKU)
2. WORK IN PROCESS (WIP) INVENTORY
3. INVENTORY BARANG JADI (FINISHED GOODS

FUNGSI-FUNGSI MASING-MASING INVENTORY (1)
INCOMING (RAW MATERIAL)
1.1 Mengatasi keterlambatan supply
1.2 Mendapatkan discount khusus untuk qty tertentu
1.3 Antisipasi kedepan (kerusuhan, pemogokan dll)
1.4 Jika ada kebijakan pemerintah yang bisa mengakibatkan kenaikan harga..
PROCESS (WIP)
2.1 Fleksibilitas produksi, terutama jika mesin breakdown
2.2 Stabilisasi tingkat output per proses jika ada variasi order
2.3 Meningkatkan utilisasi pabrik, proses dan tenaga kerja..
FINISHED GOODS
3.1 Meningkatkan fungsi customer service (barang diorder langsung ada)
3.2 Sebagai buffer stock jika ada masalah di proses produksi atau kesulitan bahan baku (customer service)
3.3 Mengatasi fluktuasi permintaan , khususnya untuk “seasonal products”  Balancing Tools
3.4 Mengantisipasi terjadinya masalah di pabrik atau di pemasok (pemogokan, dll)

Latar Belakang Inventaris
1.1 Pengertian
Inventarisasi merupakan kegiatan melaksanakan pengurusan, pengaturan, pencatatan dan pendaftaran barang inventaris atau hak milik. Daftar barang inventaris /hak milik merupakan salah satu dokumen berharga yang menunjukkan sejumlah barang milik Perusahaan dan dikuasai oleh Perusahaan itu sendiri, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan menyelenggarakan pelaksanaan fungsi administrasi secara jelas dan terlampir, yakni:
Tertib Administrasi dan tertib barang / Hak Milik
Pendataan, Pengendalian dan Pengawasan seluruh barang Inventaris

Setelah diperhatikan definisi inventory diatas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan persediaan bahan baku adalah barang-barang berwujud yang dimiliki dengan tujuan untuk diproses menjadi barang jadi. Barang ini dihasilkan sendiri dan dibeli dari perusahaan lain yang merupakan produk akhir dari perusahaan itu sendiri, barang ini merupakan bahan utama dalam menghasilkan produk akhir, persediaan barang penolong atau pembantu adalah bahan-bahan yang diperlukan untuk menghasilkan produk akhir, tapi tidak secara langsung ikut serta dalam hasil produk akhir. Persediaan barang dagangan adalah barang-barang yang dibeli dan dimiliki oleh perusahaan dagang untuk dijual kembali.

Kenapa kita harus mengadakan persediaan barang? 
Mengapa kita mengadakan  persediaan barang mulai dari bentuk bahan mentah sampai barang  jadi adalah
1. Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya barang – barang atau bahan – bahan yang dibutuhkan perusahaan.
2. Menghilangkan resiko dan material yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan.
3. Menumpuk bahan – bahan yang dihasilkan secara musiman, sehingga dapat digunakan bila bahan tidak ada di pasaran.
4. Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan atau menjamin lancarnya arus produksi.
Penggunaan mesin yang optimal.
5. Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan sebaik-baiknya dimana keinginan 6.perlanggan disuatu waktu dapat dipenuhi atau memberikan jaminan tetap tersedianya barang yang dibutuhkan pelanggan.
7. Membuat pengadaan atau produksi tidak sesuai dengan penggunaan atau penjualnya.

Pengelolaan Inventaris Anda

Ada bermacam-macam gagasan mengenai inventaris. Salah satu pemikiran adalah bahwa mempunyai inventaris adalah tidak dapat dihindari karena biaya untuk tidak mempunyai inventaris pada saat nasabah menginginkan mereka lebih tinggi dari biaya yang ditanggung untuk pemilikan inventaris. Pemikiran lain sangat percaya bahwa inventaris adalah akar dari segala kecurangan dalam berproduksi. Dengan kata lain, kehadiran inventaris mengandung arti bahwa dibalik tingkat inventaris, perusahaan sedang menyembunyikan kekurangan efisiensi tertentu dari produksi.
Modul ini terfokus kepada pemikiran yang pertama. Jika inventaris tidak dapat dihapuskan secara menyeluruh dan produksi tanpa persediaan merupakan situasi yang ideal, maka inventaris paling tidak harus dikelola.

Inventaris ada untuk memungkinkan perusahaan memenuhi kebutuhan nasabah. Inventaris biasanya juga ada untuk memperlancar arus barang melalui proses produksi khususnya bagi pusat pekerjaan yang mempunyai ketergantungan. Alasan utama kehadirannya adalah perlindungan terhadap ketidakpastian pemasok. Keberadaan inventaris juga memungkinkan pemanfaatan realistis dan sebesar-besarnya dari perlengkapan dan tenaga kerja.

Berapa biaya dari pengadaan inventaris?

Ada dua kelompok biaya yang terkait dengan inventaris – (1) biaya untuk menyimpan inventaris, dan (2) biaya untuk tidak menyimpan inventaris.
Biaya untuk menyimpan inventaris mencakup biaya unit bahan; biaya pemesanan atau pemesanan ulang; dan biaya penyimpanan.

•  Bilamana perusahaan menghasilkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk, biaya pemesanan ulang diganti dengan biaya penyiapan mesin atau melakukan perubahan kegiatan.
•  Biaya penyimpanan pada umumnya mencakup biaya gudang, asuransi kebakaran dan pencurian, serta administrasi gudang.
•  Biaya tidak berwujud yang berkaitan dengan penyimpanan inventaris adalah kerugian peluang yang berhubungan dengan investasi dalam inventaris yang kalau tidak bisa dikeluarkan untuk usaha yang lebih menguntungkan.
Biaya untuk tidak menyimpan inventaris terutama terkait dengan kehilangan goodwill dan hilangnya pendapatan sekiranya terjadi kekurangan inventaris belum lagi adanya kemungkinan menyebarnya kejadian seperti itu ke para calon nasabah.

Apa yang dimaksud dengan manajemen inventaris?

Manajemen inventaris berhubungan dengan perencanaan dan pengendalian inventaris. Perencanaan inventaris mencoba untuk mencari jawaban atas dua pertanyaan dasar:

•  Kapan Memesan -Pertanyaan ini berhubungan dengan konsep pemesanan ulang. Ini merupakan sistem dimana setiap bahan yang digunakan secara teratur dipesan ulang kalau persediaan berkurang sampai tingkat tertentu. Tingkat tersebut biasanya merupakan fungsi dari waktu penyelesaian proses, permintaan harian, dan stok yang aman.
•  Berapa banyak yang Harus Dipesan – Kuantitas yang dipesan ditentukan melalui Kuantitas Pesanan Ekonomis.

Ada dua sistem perencanaan inventaris mendasar – (1) model pesanan dalam jumlah yang tetap, dan (2) model berdasarkan waktu yang tetap.
Kebijakan inventaris perusahaan yang menggunakan Model Pesanan dalam Jumlah Tetap adalah dengan memesan kuantitas standar kalau titik untuk pemesanan ulang tercapai tanpa menghiraukan kapan ini terjadi. Ini dipicu kejadian dan bergantung kepada permintaan atas barang-barang tersebut. Model ini dapat diterapkan untuk:
•  Barang-barang yang lebih mahal
•  Barang-barang yang lebih penting

Model Waktu Tetap adalah sistem perencanaan inventaris yang lain di mana kebijakan inventaris adalah untuk memesan bahan atau suku cadang pada waktu yang telah ditentukan tanpa menghiraukan apakah titik pemesanan ulang telah tercapai. Kebijakan ini dipicu oleh waktu dan tidak melibatkan penghitungan fisik barang inventaris. Model ini berlaku berdasarkan kondisi sebagai berikut:
•  Barang-barang yang tidak begitu mahal dan tidak begitu penting
•  Vendor/pembeli bisa mendapatkan pesanan baru jika mereka melakukan kunjungan teratur/rutin ke para nasabah.
•  Vendor/pembeli akan menggabungkan pesanan untuk mengurangi biaya pemesanan dan pengangkutan.
Karena sistem tersebut dipicu oleh waktu, maka maka dibutuhkan jumlah persediaan diatas rata-rata untuk melindungi diri dari kehabisan persediaan selama masa peninjauan. 

Bagaimana cara mengendalikan persediaan?
Sistem Pengendalian Inventaris dirancang untuk memantau tingkat inventaris dan merancang sistem dan prosedur bagi pengelolaan inventaris secara efektif. Dalam pengadaan sistem untuk mengelola inventaris, ada dua wilayah keputusan penting – (1) penggolongan inventaris dan (2) ketepatan pencatatan inventaris.

Oleh karena manajemen persediaan itu penting. Untuk manajemen persedian sekarang ini sudah harus terintegrasi dengan pemasaran dan dengan top manajemen.  Istilah Just In time dalam Manajemen perusahaan bukan berarti mentiadakan persediaan atau inventory namun Persediaan tersebut dibuat seminimal mungkin sehingga tidak ada pemborosan pemborosan yang ada disitu.
Yang harus diperhatikan dalam manajemen persediaan adalah
1. waktu kedatangan barang yang akan dipesan kembali.  Jika barang waktu yang dipesan cukup lama pada periode tertentu maka persediaan barang tersebut harus disesuaikan hingga barang tersebut ada setiap saat hingga barang yang dipesan selanjutnya ada.
2. Berapa kuantitas jumlah barang yang akan disimpan. Jumlah kuantitas barang yang dipesan harus disesuaikan karena jika terlalu banyak akan terjadi pemborosan namun jika terlalu sedikit akan menimbullkan terhenti proses produksi.
3. Perhatikan juga safety stock atau persediaan pengamanan.  yaitu persediaan buat jaga jaga (buffer) jika terjadi sesuatu hal yang menghambat terjadinya waktu pembeliaan sehingga stock barang persediaan masih ada untuk beberapa waktu ke depan.

Dengan menerapkan dan melaksanakan proses inventary management maka banyak sekali hal-hal yang di dapat oleh perusahaan tersebut,maka inventari ini wajib mutlak di laksanakan oleh semua perusahaan baik itu yang bergerak di bidang jasa,dagang,maupun produksi.
Untuk mendapatkan management yang baik maka perusahaan harus menempatkan seseorang yang tepat untuk menempati kedudukan tersebut maka dengan demikian suatu perusahaan itu akan berkembang pesat apabila penanganan di laksanakan dengan penuh tanggung jawab,dedikasi,dan etos kerja dari seluruh karyawan pun akan menjadikan landasan tercapainya suatu rotasi perekonomian dalam perusahaan
Inventory management juga akan mandata semua aset2 yang di miliki oleh perusahaan dan mengetahui dengan pasti kondisi serta keadaan semuanya maka dengan demikian akan mempermudah dalam pelaksanaan,pengawasan,serta pemeliharaan dan juga tugas sehari-hari.

About these ads
This entry was posted in Management. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s